Program Akademik

Program Pendidikan Non Formal yang diselenggarakan PKBM Tan Malaka meliputi:

Pendidikan Kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), Paket C (setara SMA) dengan Kurikulum 2013 (K13) yang saat ini diterapkan secara nasional baik untuk pendidikan formal maupun non formal sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Disamping menerapkan Kurikulum 2013 PKBM Tan Malaka merancang program penguatan bagi para siswa, diantaranya:

  1. Program pengembangan karakter. Disamping kecerdasan kognitif siswa juga dibekali dengan pendidikan moral dan kecerdasan emosi yang mana nilai-nilai serta prakteknya terintegrasi dalam kegiatan pendidikan yang mereka jalani sehari-hari.
  2. Program pelatihan kepemimpinan. Setiap siswa dari awal dilatih untuk memiliki jiwa kepemimpinan baik di dalam komunitasnya atau pemimpin bagi dirinya sendiri. Program kepemimpinan ini juga dibentuk melalui kegiatan belajar sehari-hari. Contohnya: setiap siswa akan bergiliran menjadi ketua kelas dalam jangka waktu tertentu. Mereka akan diberikan tanggung jawab untuk kelancaran proses belajar serta memimpin forum-forum diskusi kecil mengenai materi pendidikan atau memecahkan persoalan diantara mereka.
  3. Program perkebunan organik dan pengolahan limbah menjadi kompos/pupuk. Pada program ini, disamping mengajarkan teknik berkebun secara alami dan tanpa zat-zat kimia, siswa diberikan wawasan bagaimana untuk hidup selaras dengan alam dan lingkungannya.
  4. Program pelatihan kewirausahaan/lifeskill (keterampilan kecakapan hidup). Pada program ini siswa (terutama siswa Paket C) dibekali dengan materi kewirausahaan serta berbagai keterampilan kreatif untuk menumbuhkan jiwa enterpreneurship. Dalam program ini siswa akan di-coaching selama 3 bulan (dibagi menjadi beberapa tim) untuk menciptakan produk, merancang business plan, hingga memasarkan produk tersebut.
  5. Program Teater dan Seni Rupa. Program ini berorientasi melatih siswa untuk mencapai kemampuan optimum secara fisik dan mental dengan menggunakan perangkat teater dan seni rupa yang mengolah segala kemampuan artikulasi tubuh kemampuan intelektual sekaligus artistik.
  6. Program Ide Tanpa Batas. Para siswa diwajibkan menyusun ide-ide yang out of the box dan menyusun model-model implementasi atau pewujudan ide-ide tersebut. Pembelajaran ide di sini dilakukan secara tim. Dan setiap ide tidak dibatasi oleh cakupan skala atau konteks tertentu melainkan justru diarahkan pada ide-ide yang kreatif. Di sini para siswa diajak untuk melampuai realitas dengan ide-idenya.
  7. Program Feeding Partisipatif. Para siswa (terutama siswa Paket C) diharuskan melakukan magang ringan di tempat-tempat usaha, seperti minimarket, toko kelontong, kantor-kantor kecil-menengah, atau di organisasi tertentu seperti klub olahraga, bahkan di musholla atau masjid. Mereka harus meneliti dan mencatat segala kegiatan yang ada di situ, memahami sistem kerja dan sistem manajemen dalam tingkat paling sederhana. Mereka akan melakukan riset atau pengumpulan bahan sekaligus membantu bekerja di tempatnya magang, dan kemudian bahan-bahan itu dibawa ke kelas untuk dijadikan bahan pengkajian atau diskusi. Dari telaah sederhana terhadap bahan-bahan tersebut para siswa didorong untuk menyusun suatu model-model pengetahuan (knowledge) yang utuh. Dalam proses telaah, akan dimasukkan mata pelajaran tertentu (misalnya ekonomi) dan dasar-dasar majanemen secara umum dan bagaimana implementasinya secara teknis. Program ini akan dilakukan selama siswa menjalani proses belajar.